Cara Menghilangkan Bau dan Menguraikan Limbah Cair RPH & Peternakan
Rumah Potong Hewan (RPH), industri pengolahan daging, serta peternakan (sapi, kambing, dan unggas) menghasilkan limbah cair organik dengan tingkat pencemaran yang sangat pekat. Karakteristik utama dari limbah RPH adalah kandungan darah, lemak hewani, sisa kotoran (urine & feses), serta kandungan protein yang melimpah.
Masalah paling mendasar yang memicu konflik lingkungan pada operasional RPH dan peternakan adalah bau busuk yang sangat menyengat akibat tingginya konsentrasi gas amonia ($NH_3$) dan hidrogen sulfida ($H_2S$). Selain itu, darah dan lemak yang mengendap cepat sekali memicu penumpukan lumpur pekat serta lonjakan angka COD/BOD yang jauh di atas batas baku mutu lingkungan.
Mengapa Pengolahan Limbah RPH & Peternakan Sangat Menantang?
Pengolahan air limbah di sektor peternakan dan pemotongan hewan membutuhkan perlakuan khusus karena beberapa kendala teknis berikut:
Darah Sangat Sulit Terurai: Darah hewan mengandung protein hemoglobin yang kompleks. Tanpa mikroorganisme pengurai yang spesifik, darah akan membusuk secara lambat dan memicu bau amis/busuk yang menusuk.
Lemak Hewani Beku: Lemak dari jaringan hewani memiliki titik beku tinggi, sehingga cepat membentuk gumpalan keras di bak pengendap awal maupun kolam anaerobik.
Beban Amonia Ekstrem: Urine dan feses ternak menghasilkan amonia cair dalam jumlah besar yang mematikan mikroba lokal jika tidak diimbangi dengan kultur bakteri unggulan.
Penggunaan bahan kimia biasa sering kali tidak efisien dan justru menambah volume lumpur B3. Oleh karena itu, pendekatan biologis menggunakan BIKATIRIA Anaerobik BWAN-02 dan BIKATIRIA Aerobik BWAE-01 adalah solusi paling aman dan berkelanjutan.
Solusi Biologis BIKATIRIA untuk RPH & Peternakan
Kombinasi formulasi Bikatiria bekerja secara sinergis mengolah limbah pekat RPH dan peternakan dari tahap awal hingga outlet:
Menghilangkan Bau Amonia & Bau Busuk Seketika: Memutus rantai pembusukan anaerobik liar sehingga gas asam dan amonia tidak terlepas ke udara sekitar.
Memecah Gumpalan Darah & Lemak Hewani: Bakteri strain aktif Bikatiria memproduksi enzim protease dan lipase alami yang mencernakan sisa darah dan lemak menjadi senyawa terlarut.
Mengurangi Penumpukan Lumpur (Sludge Reducer): Mempercepat pembongkaran padatan kotoran hewan di bak pengendap awal, sehingga frekuensi pengerukan lumpur jauh lebih hemat.
Menurunkan Parameter COD, BOD, & TSS: Memastikan air olahan akhir jernih, aman bagi lingkungan, dan memenuhi standar baku mutu DLH.
100% Organik & Ramah Lingkungan: Bebas dari bahan kimia beracun, aman bagi pekerja, dan tidak merusak struktur kolam pengolahan.
Rekomendasi Prosedur Pengaplikasian
Bak Penampungan Awal / Kolam Anaerobik: Dosiskan BIKATIRIA Anaerobik BWAN-02 pada bak penampungan awal atau anaerobic digester untuk merombak padatan darah, lemak, dan kotoran ternak.
Kolam Aerasi / Kolam Stabilisasi: Tambahkan BIKATIRIA Aerobik BWAE-01 pada tahap aerasi untuk memangkas sisa kadar COD, BOD, serta menjernihkan air sebelum dibuang.
Pengolesan Saluran Pencucian: Siramkan larutan Bikatiria pada area tempat pemotongan dan saluran drainase RPH setiap selesai operasional harian untuk menekan bau amis darah.
Legalitas Resmi Pengadaan B2B & Instansi Pemerintah
BIKATIRIA diproduksi oleh PT Waterpedia Rejeki Langit dan telah memenuhi syarat pengadaan resmi untuk RPH swasta maupun RPH milik pemerintah daerah:
Terdaftar Resmi di Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI
Sertifikat TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri)
Document Certificate of Analysis (COA) & MSDS
Konsultasi & Pengadaan Bikatiria RPH / Peternakan
Wujudkan operasional Rumah Potong Hewan dan peternakan yang bersih, higienis, bebas komplain bau dari warga, dan ramah lingkungan.
Butuh konsultasi dosis dan perhitungan kebutuhan bakteri untuk RPH Anda?
Hubungi tim teknis Bikatiria via WhatsApp di nomor 0822-6411-3572.